Arief Fadlansyah

Private Website Simple Berbasis Pendidikan

Hot

Sabtu, 12 Maret 2016

Basis Bilangan dan Latihan Soal

Maret 12, 2016 0
Basis Bilangan dan Latihan Soal. Sistem bilangan (number system) adalah cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan yang banyak di pergunakan oleh manusia adalah sistem bilangan desimal, yaitu sistem bilangan yang menggunakan 10 macam simbol untuk mewakili suatu besaran. Sistem ini banyak digunakan karena manusia mempunyai sepuluh jari untuk dapat membantu perhitungan. Lain halnya dengan komputer, logika di komputer, diwakili oleh bnetuk elemen dua keadaan yaitu off (tidak ada arus) dan on (ada arus). Konsep inilah yang dipakai dalam sistem bilangan biner yang mempunyai dua macam nilai untuk mewakili suatu besaran nilai.


Basis bilangan adalah bilangan yang menjadi dasar terbentuknya bilangan lain dalam suatu sistem bilangan. Selama ini kita mengenal bilangan basis 10, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Ini merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota adalah 10, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.

Setiap bilangan desimal itu mempunyai bentuk:
an.10^n + …. + a3.10^3 + a2.10^2 + a1.10^1 + a0.10^0
Dengan “an” adalah bilangan cacah yang kurang dari 10.

Misal, 12 bisa ditulis : 12 = (1.10^1) + (2.10^0) = (1.10) + (2.1) = 10 + 2 = 12

Bagaimana dengan bilangan: 1, 10, 11, 100, 110, …?
Ini merupakan bilangan basis 2 dengan angka terbesar adalah 1. Pada bilangan basis 2 banyaknya anggota adalah 2, yaitu 0 dan 1.

Keterangan:
1dua = 1
10dua = 2
11dua = 3
100dua = 4
101dua = 5

Menulisnya: 10dua artinya 10 di dalam basis 2. Jika tidak ditulis maka dianggap basis 10. Begitu pula untuk basis yang lainnya, menulisnya 10dua, 10tiga, 10empat, 10lima, 10enam, 10tujuh, 10delapan, 10sembilan, dst.

(Untuk menulisnya mungkin bisa dengan cara yang lain, seperti 10_2, 10(2), dll. Tetapi kali ini yang digunakan adalah penulisan seperti di atas).

Untuk bilangan selain desimal (bilangan basis 2 hingga 16) kita perhatikan uraian berikut:

Bilangan Basis 2 (Biner)
Bilangan basis 2 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 2, yaitu 0 dan 1.

Contoh :
1dua = (1.2^0) = 1
10dua = (1.2^1) + (0.2^0) = 2 + 0 = 2
11dua = (1.2^1) + (1.2^0) = 2 + 1 = 3
100dua = (1.2^2) + (0.2^1) + (0.2^0) = 4 + 0 + 0 = 4
101dua = (1.2^2) + (0.2^1) + (1.2^0) = 4 + 0 + 1 = 5

Bilangan Basis 3
Bilangan basis 3 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 3, yaitu 0, 1 dan 2.

Contoh :
1tiga = (1.3^0) = 1
2tiga = (2.3^0) = 2
10tiga = (1.3^1) + (0.3^0) = 3 + 0 = 3
11tiga = (1.3^1) + (1.3^0) = 3 + 1 = 4
12tiga = (1.3^1) + (2.3^0) = 3 + 2 = 5

Bilangan Basis 4
Bilangan basis 4 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 4, yaitu 0, 1, 2 dan 3.

Contoh :
1empat = (1.4^0) = 1
3empat = (3.4^0) = 3
10empat = (1.4^1) + (0.4^0) = 4 + 0 = 4
12empat = (1.4^1) + (2.4^0) = 4 + 2 = 6
13empat = (1.4^1) + (3.4^0) = 4 + 3 = 7

Bilangan Basis 5
Bilangan basis 5 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 5, yaitu 0, 1, 2, 3 dan 4.

Contoh :
1lima = (1.5^0) = 1
4lima = (4.5^0) = 4
10lima = (1.5^1) + (0.5^0) = 5 + 0 = 5
12lima = (1.5^1) + (2.5^0) = 5 + 2 = 7
23lima = (2.5^1) + (3.5^0) = 10 + 3 = 13

Bilangan Basis 6
Bilangan basis 6 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 6, yaitu 0, 1, 2, 3 , 4 dan 5.

Contoh :
1enam = (1.6^0) = 1
5enam = (5.6^0) = 5
10enam = (1.6^1) + (0.6^0) = 6 + 0 = 6
15enam = (1.6^1) + (5.6^0) = 6 + 5 = 11
35enam = (3.6^1) + (5.6^0) = 18 + 5 = 23

Bilangan Basis 7
Bilangan basis 7 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 7, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Contoh :
1tujuh = (1.7^0) = 1
6tujuh = (6.7^0) = 6
10tujuh = (1.7^1) + (0.7^0) = 7 + 0 = 7
15tujuh = (1.7^1) + (5.7^0) = 7 + 5 = 12
26tujuh = (2.7^1) + (6.7^0) = 14 + 6 = 20

Bilangan Basis 8
Bilangan basis 8 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 8, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7.

Contoh :
1delapan = (1.8^0) = 1
7delapan = (3.8^0) = 7
10delapan = (1.8^1) + (0.8^0) = 8 + 0 = 8
16delapan = (1.8^1) + (6.8^0) = 8 + 6 = 14
42delapan = (4.8^1) + (2.8^0) = 32 + 2 = 34

Bilangan Basis 9
Bilangan basis 9 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 9, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8.

Contoh :
1sembilan = (1.9^0) = 9
8sembilan = (8.9^0) = 8
10sembilan = (1.9^1) + (0.9^0) = 9 + 0 = 9
22sembilan = (2.9^1) + (2.9^0) = 18 + 2 = 20
51sembilan = (5.9^1) + (1.9^0) = 45 + 1 = 46

Bilangan Basis 11
Bilangan basis 11 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 11, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan A. (huruf A = 10)

Contoh :
1sebelas = (1.11^0) = 1
9sebelas = (9.11^0) = 9
Asebelas = (A.11^0) = (10.11^0) = 10 (ingat! A = 10)
10sebelas = (1.11^1) + (0.11^0) = 11 + 0 = 11
1Asebelas = (1.11^1) + (A.11^0) = (1.11^1) + (10.11^0) = 11 + 10 = 21 (ingat! A = 10)

Bilangan Basis 12
Bilangan basis 12 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 12, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A dan B. (huruf A = 10, B = 11)

Contoh :
1duabelas = (1.12^0) = 1
9duabelas = (9.12^0) = 9
Aduabelas = (A.12^0) = (10.12^0) = 10 (ingat! A = 10)
Bduabelas = (B.12^0) = (11.12^0) = 11 (ingat! B = 11)
10duabelas = (1.12^1) + (0.12^0) = 12 + 0 = 12
1Aduabelas = (1.12^1) + (A.12^0) = (1.12^1) + (10.12^0) = 12 + 10 = 22 (ingat! A = 10)
2Bduabelas = (2.12^1) + (B.12^0) = (2.12^1) + (11.12^0) = 24 + 11 = 35 (ingat! B = 11)

Bilangan Basis 13
Bilangan basis 13 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 13, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B dan C. (huruf A = 10, B = 11, C = 12)

Contoh :
1tigabelas = (1.13^0) = 1
9tigabelas = (9.13^0) = 9
Ctigabelas = (C.13^0) = (12.13^0) = 12 (ingat! C = 12)
10tigabelas = (1.13^1) + (0.13^0) = 13 + 0 = 13
1Atigabelas = (1.13^1) + (A.13^0) = (1.13^1) + (10.13^0) = 13 + 10 = 23 (ingat! A = 10)
BCtigabelas = (B.13^1) + (C.13^0) = (11.13^1) + (12.13^0) = 143 + 12 = 155 (ingat! B = 11, C = 12)

Bilangan Basis 14
Bilangan basis 14 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 14, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C dan D. (huruf A = 10, B = 11, C = 12, D = 13)

Contoh :
1empatbelas = (1.14^0) = 1
9empatbelas = (9.14^0) = 9
Dempatbelas = (D.14^0) = (13.14^0) = 13 (ingat! D = 13)
10empatbelas = (1.14^1) + (0.14^0) = 14 + 0 = 14
1Bempatbelas = (1.14^1) + (B.14^0) = (1.14^1) + (11.14^0) = 14 + 11 = 25 (ingat! B = 11)
ADempatbelas = (A.14^1) + (D.14^0) = (10.14^1) + (13.14^0) = 140 + 13 = 153 (ingat! A = 10, D = 13)

Bilangan Basis 15
Bilangan basis 15 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 15, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D dan E. (huruf A = 10, B = 11, C = 12, D = 13, E = 14)

Contoh :
1limabelas = (1.15^0) = 1
9limabelas = (9.15^0) = 9
Elimabelas = (E.15^0) = (14.15^0) = 14 (ingat! E = 14)
10limabelas = (1.15^1) + (0.15^0) = 15 + 0 = 15
1Dlimabelas = (1.15^1) + (D.15^0) = (1.15^1) + (13.15^0) = 15 + 13 = 28 (ingat! D = 13)
AElimabelas = (A.15^1) + (E.15^0) = (10.15^1) + (14.15^0) = 150 + 14 = 164 (ingat! A = 10, E = 14)

Bilangan Basis 16 (Hexadesimal)
Bilangan basis 16 merupakan kelompok bilangan dengan banyaknya anggota 16, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F. (huruf A = 10, B = 11, C = 12, D = 13, E = 14, F = 16)

Contoh :
1enambelas = (1.16^0) = 1
9enambelas = (9.16^0) = 9
Fenambelas = (F.16^0) = (15.16^0) = 15 (ingat! F = 15)
10enambelas = (1.16^1) + (0.16^0) = 16 + 0 = 16
1Fenambelas = (1.16^1) + (F.16^0) = (1.16^1) + (15.16^0) = 16 + 15 = 31 (ingat! F = 15)
AFenambelas = (A.16^1) + (F.16^0) = (10.16^1) + (15.16^0) = 160 + 15 = 175 (ingat! A = 10, F = 15)


MERUBAH BILANGAN KE BASIS 10 (DESIMAL)

Cara 1 : PENGURAIAN
Contoh :
Ubah 234lima ke basis 10.

Jawab :
234lima = (2.5^2) + (3.5^1) + (4.5^0) = 50 + 15 + 4 = 69

Cara 2 : HORNER
Contoh :
Ubah 234lima ke basis 10.

Jawab :
   | 2    3      4
5 |      10    65
    --------------------- +
     2   13    69
Jadi jawabannya 69

MENGUBAH BILANGAN BASIS 10 (DESIMAL) KE BASIS LAINNYA

Cara 1. OPERASI PEMBAGIAN
Untuk mengubah bilangan desimal menjadi bilangan basis lainnya digunakan operasi pembagian dengan basisnya sambil memperhatikan sisanya.

Contoh :
Ubah 150 ke basis 8.

Jawab :
150 : 8 = 18 sisa 6
18 : 8 = 2 sisa 2
2 : 8 = 0 sisa 2note : untuk menuliskan basis 8 nya, pembacaan dilakukan dari bawah. Jadi jawabannya 226delapan 

Cara 2 : MENCARI GCD
Contoh :
Ubah 150 ke basis 8.

Jawab :
150 = 8 x 18 + 6
18 = 8 x 2 + 2
Note : untuk menuliskan basis 8 nya, dibaca dari pembagi terkecilnya yaitu 2 lalu ke sisa nya. Jadi jawabannya 226delapan

atau
150 = 8 x 18 + 6
18 = 8 x 2 + 2

2 = 8 x 0 + 2 note : untuk menuliskan basis 8 nya, perhatikan sisanya, lalu pembacaan dilakukan dari bawah. Jadi jawabannya 226delapan 

Cara 3 : PENGURAIAN
Contoh :
Ubah 150 ke basis 8.

Jawab :
150 = a.8^2 + b.8 +c
150 = 18 x 8 + 6
150 = (8x2 + 2)8 + 6
150 = 2x8^2 + 2x8 + 6

jadi dibaca 226delapan

LATIHAN I

Ubah ke basis 10
1. 2011tiga
Jawab :

Cara 1 : PENGUARAIAN
2011tiga
= (2.3^3) + (0.3^2) + (1.3^1) + (1.3^0)
= 54 + 0 + 3 + 1
= 58

Cara 2 : HORNER
   | 2    0    1    1
3 |       6  18   57
   -------------------------- +
      2   6  19   58
jadi jawabannya 58

2. 3021empat
Jawab :
3021empat
= (3.4^3) + (0.4^2) + (2.4^1) + (1.4^0)
= 192 + 0 + 8 + 1
= 201

3. 4223lima
Jawab :
4223lima
= (4.5^3) + (2.5^2) + (2.5^1) + (3.5^0)
= 500 + 50 + 10 + 3
= 563

4. 5253enam
Jawab :
5253enam
= (5.6^3) + (2.6^2) + (5.6^1) + (3.6^0)
= 1080 + 72 + 30 + 3
= 1185

5. 3136tujuh
Jawab :

3136tujuh
= (3.7^3) + (1.7^2) + (3.7^1) + (6.7^0)
= 1029 + 49 + 21 + 6
= 1105

6. 2675delapan
Jawab :
2675delapan
= (2.8^3) + (6.8^2) + (7.8^1) + (5.8^0)
= 1024 + 384 + 56 + 5
= 1469

7. 524enam
Jawab :
524enam
= (5.6^2) + (2.6^1) + (4.6^0)
= 180 + 12 + 4
= 196

8. 423lima
Jawab :
423lima
= (4.5^2) + (2.5^1) + (3.5^0)
= 100 + 10 + 3
= 113

9. 10203empat
 Jawab :
10203empat= (1.4^4) + (0.4^3) + (2.4^2) + ( 0.4^1) + (3.4^0)
= 256 + 0 + 32 + 0 + 3
= 291

(Cara Horner bisa kalian coba sendiri di rumah)

LATIHAN II

1. Ubah 57 ke basis 2.
Jawab :
Cara 1. OPERASI PEMBAGIAN
57 : 2 = 28 sisa 1
28 : 2 = 14 sisa 0
14 : 2 = 7 sisa 0
7 : 2 = 3 sisa 1
3 : 2 = 1 sisa 1
1 : 2 = 0 sisa 1
Baca sisanya dari bawah, jadi jawabannya 111001dua

Cara 2. MENCARI GCD
57 = 2 x 28 + 1
28 = 2 x 14 + 0
14 = 2 x 7 + 0
7 = 2 x 3 + 1
3 = 2 x 1 + 1
1 = 2 x 0 + 1
Baca sisanya dari bawah, jadi jawabannya 111001dua

2. Ubah 257 ke basis 3.
Jawab :

257 = 3 x 85 + 2
85 = 3 x 28 + 1
28 = 3 x 9 + 1
9 = 3 x 3 + 0
3 = 3 x 1 + 0
1 = 3 x 0 + 1
Sehingga 257 = 100112tiga

3. Ubah 432 ke basis 12
Jawab :
423 : 12 = 35 sisa 3
35 : 12 = 2 sisa 11 (Ingat! B = 11)
2 : 12 = 0 sisa 2
Sehingga 423 = 2B3duabelas

4. Ubah 678 ke hexadesimal
Jawab :
678 : 16 = 42 sisa 6
42 : 16 = 2 sisa 10 (Ingat! A = 10)
2 : 16 = 0 sisa 2
Sehingga 678 = 2A6enambelas

5. Ubah 1011dua dalam basis 5
Jawab :
Ubah ke basis 10 dulu,
1011dua
= (1.2^3) + (0.2^2) + (1.2^1) + (1.2^0)
= 8 + 0 + 2 + 1 = 11

Ubah ke basis 5,
11 = 5 x 2 + 1
2 = 5 x 0 + 2

11 = 21lima, sehingga 1011dua = 21lima

6. Ubah 110011001dua dalam basis 13
Jawab :
Ubah ke basis 10 dulu,
110011001dua
= (1.2^8) + (1.2^7) + (0.2^6) + (0.2^5) + (1.2^4) + (1.2^3) + (0.2^2) + (0.2^1) + (1.2^0)
= 256 + 128 + 0 + 0 + 16 + 8 + 0 + 0 + 1
= 409

Ubah ke basis 13,
409 = 13 x 31 + 6
31 = 13 x 2 + 5
2 = 13 x 0 + 2

sehingga 110011001dua = 256tigabelas

Untuk referensi lain dapat anda download file di bawah ini:
Read More

Senin, 29 Februari 2016

Bilangan Bulat Beserta Contoh Soal

Februari 29, 2016 0
Bilangan Bulat Beserta Contoh Soal. Hai hai hai.. Setelah memposting macam-macam bilangan, kali ini saya akan memposting kelanjutan dari materi bilangan yaitu bilangan bulat. Untuk lebih jelasnya, baca terus artikel ini. Cekidot!


Sifat-sifat Operasi Bilangan Bulat
  • Tertutup, artinya setiap penjumlahan atau perkalian dua bilangan bulat hasilnya bilangan bulat juga.
  • Komutatif (pertukaran)
Penjumlahan : a + b =  b + a
Perkalian       : a x b = b x a
a dan b merupakan bilangan bulat
  • Asosiatif (pengelompokan)
Penjumlahan : (a + b) + c = a + (b + c)
Perkalian       : (a x b) x c = a x (b x c)
a, b, dan c merupakan bilangan bulat
  • Distributif (penyebaran)
Perkalian terhadap penjumlahan = a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
Perkalian terhadap pengurangan = a x (b - c) = (a x b) - (a x c)
a, b, dan c merupakan bilangan bulat
  • Mempunyai unsur identitas (unsur netral)
Bilangan 0 (nol) untuk penjumlahan, karena a + 0 = 0 + a = a, dengan a adalah bilangan bulat. Bilangan 1 (satu) untuk perkalian, karena a x 1 = 1 x a = a, dengan a adalah bilangan bulat.

Penjumlahan Bilangan Bulat
Contoh:
  1. 6 + 3 = 9
  2. -6 + (-3) = -9
  3. -6 + 3 = -3
  4. 6 + (-3) = 3
Pengurangan Bilangan Bulat
Contoh:
Pengurangan merupakan invers dari penjumlahan.
a - b,                  contoh: 4 - 6 = -2
a - (-b) = a + b   contoh: 4 - (-6) = 4 + 6 = 10
-a - b                  contoh: -4 -6 = 10

Pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, suku yang sejenis dapat digabungkan.
Contoh:
  1. 5a + 3a = 8a
  2. 7b -2b = 5b
  3. 3a + 4b + 4a - 7b = (3a + 4a) + (4b - 7b) = 7a - 3b
Perkalian Bilangan Bulat
(+) x (+) = +      contoh: 4 x 5 = 20
(+) x (-) = -        contoh: 4 x (-5) = -20
(-) x (+) = -        contoh: (-4) x 5 = -20
(-) x (-) = +        contoh: (-4) x (-5) = 20

Pembagian Bilangan Bulat

(+) : (+) = +      contoh: 30 : 5 = 6
(+) : (-) = -        contoh: 30 : (-5) = -6
(-) : (+) = -        contoh: (-30) : 5 = -6
(-) : (-) = +        contoh: (-30) : (-5) = 6

Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat
Cara pengerjaan operasi hitung campuran bilangan bulat:
  1. Penjumlahan dan pengurangan sama kuat maka pengerjaannya didahulukan yang depan.
  2. Perkalian dan pembagian sama kuat maka pengerjaannya didahulukan yang depan.
  3. Perkalian dan pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan maka pengerjaan perkalian dan pembagian didahulukan.
  4. Operasi hitung yang terdapat dalam kurung dikerjakan lebih dulu.
Contoh:
  1. 50 - 25 : 5 + 5 x 4 = 50 - 5 + 20 = 65
  2. (15 + 3) : 6 = 18 : 6 = 3
Semoga bermanfaat!
Read More

Minggu, 28 Februari 2016

Macam-macam Bilangan Beserta Contoh Soal

Februari 28, 2016 0
Macam-macam Bilangan Beserta Contoh Soal. Hai hai hai, update lagi sobat. Kali ini tentang rumus-rumus matematika SMP, saya mulai dari materi bilangan. Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan kompleks. Pada postingan ini saya hanya memaparkan macam-macam bilangan.


Bilangan terdiri dari:
  • Bilangan Bulat (B)
Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri atas bilangan bulat positif, nol, dan negatif.


Pada garis bilangan, bilangan bulat dapat dinyatakan sebagai berikut:

  • Bilangan Cacah (C)

  • Bilangan Asli (A)

  • Bilangan Prima (P)
Bilangan Prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor, yaitu satu dan bilangan itu sendiri.


  • Bilangan Ganjil (J)

  • Bilangan Genap (G)

  • Bilangan Komposit
Bilangan Komposit adalah bilangan yang bukan 0, bukan 1, dan bukan bilangan prima.



Contoh Soal:
Perhatikan himpunan di bawah ini!
A = {bilangan prima kurang dari 11}
B = {x | 1 < x ≤ 11, x ϵ bilangan ganjil}
C = {semua factor dari 12}
D = {bilangan genap antara 2 dan 14}
Himpunan di atas yang ekuivalen adalah…
a. A dan B
b. A dan D
c. B dan C
d. B dan D

Penyelesaian:
B = {x | 1 < x ≤ 11, x ϵ bilangan ganjil}
= {3, 5, 7, 9, 11}
D = {bilangan genap antara 2 dan 14}
= {4, 6, 8, 10, 12}

Himpunan ekuivalen adalah himpunan yang memiliki jumlah anggota yang sama .
Jadi, himpunan ekuivalen di atas adalah B dan D.
Read More

Sabtu, 27 Februari 2016

RPP Sejarah SMA Kurikulum 2013

Februari 27, 2016 0
RPP Sejarah SMA Kurikulum 2013. Dalam postingan ini saya akan memberikan file mengenai contoh RPP Sejarah SMA Kurikulum 2013. Tanpa panjang lebar lagi, download link di bawah ini.


Berikut link downloadnya:
  • RPP Sejarah SMA Kurikulum 2013 | Download
Read More

RPP Bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013

RPP Matematika SMA Kurikulum 2013

Februari 27, 2016 0
RPP Matematika SMA Kurikulum 2013. RPP merupakan pegangan guru untuk mengajar di dalam kelas. RPP berisi tentang perencanaan guru saat pembelajaran yang akan di lakukannya nanti. Jadi RPP harus sudah di buat sebelum guru mengajar di kelas.


Berikut ini contoh dari RPP Matematika SMP Kurikulum 2013:
  • RPP Matematika SMA Kurikulum 2013 | Download
Read More

Jumat, 26 Februari 2016

RPP Matematika SMP Kurikulum 2013

Rabu, 24 Februari 2016

RPP Bahasa Inggris SMP Kurikulum 2013

Februari 24, 2016 0
RPP Bahasa Inggris SMP Kurikulum 2013. RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas. Sebelum melaksanakan pembelajaran, guru di anjurkan memiliki RPP agar pelaksanaan pembelajaran dalam kelas berjalan dengan baik.


Tanpa panjang lebar silahkan download filenya di bawah ini:
  • RPP Bahasa Inggris SMP Kurikulum 2013 | Download
Read More